“Mengenal teori bawah sadar itu penting untuk dapat memahami apakah manusia itu”.
Oleh : Hidayatmn
Psikoanalis adalah penggambaran pikiran manusia secara umum serta terapi untuk penyakit saraf dan mental. Jika suatu saat ada peristiwa atau kejadian yang mengakibatkan ketegangan secata terus-menerus terjadi antara manusia dan lingkungannya. Terutama, ketegangan, konflik antara dorongan-dorongan dan kebutuhan-kebutuhannya dan tuntutan-tuntutan masyarakat. Memberikan ungkapan semacam pengertian ‘dorongan hati manusia’ kiranya tidaklah berlebihan, hal ini menjadi suatu eksponen natural yang sangat menonjol nantinya. Tindakan-tindakan kita tidak selalu dituntun oleh akal. Manusia bukan benar-benar makhluk rasional sebagaimana anggapan para rasionalis. Impuls-impuls irasional sering menentukan apa yang kita pikirkan, apa yang kita impikan, dan apa yang kita lakukan. Impuls yang seperti itu dapat menjadi ungkapan dorongan hati atau kebutuhan yang mendasar. Dorongan seksual manusia, misalnya, sama mendasarnya dengan insting bayi untuk menyusu.
Hal ini sebenarnya bukanlah suatu hal baru. Bahwa pembuktian kebutuhan-kebutuhan dasar ini dapat disamarkan atau dihaluskan, dan dengan cara tersebut kita menyetir tindakan-tindakan kita tanpa kita menyadarinya. Bayi juga mempunyai semacam keadaan seksualitas tersendiri. Di masyarakat pada umumnya terdapat penunjukkan reaksi menyangkut ‘seksualitas anak’ ketika segala sesuatu yang ada hubungannya dengan seksualialitas dianggap tabu. Pernyataan ini bukanlah disadari tanpa adanya landasan. Perlu diketahui betapa banyak bentuk-bentuk penyakit psikologis yang dapat diketahui atau dilacak kembali pada konflik yang terjadi di masa kanak-kanak. Yang secara lambat laun pengembangan jenis terapi ini dapat kita namakan dengan nama ‘arkeologi jiwa’.
Seorang arkeolog mencari sisa-sisa masa lalu yang jauh dengan menggali berlapis-lapis sejarah kebudayaan. Dia mungkin bisa saja menemukan sebuah pisau dari abad kedelapan belas. Dan lebih jauh lagi di dalam tanah dia mungkin dapat menemukan sebuah sisir dari abad dari abad keempat belas dan lain-lain.
Begitu pula, dengan cara yang serupa, seorang psikoanalis, dengan bantuan pasien (orang lain), dapat menggali ke dalam pikiran pasien tersebut dan memunculkan pengalaman-pengalaman yang telah mengakibatkan kelainan psikologis sang pasien, sebab kita menyimpan kenangan akan seluruh pengalaman jauh di dalam diri kita.


Hi, this is a comment.To leave a comment, just log in, and view the posts’ comments, and please join at hidayat.mnur network thank you