1. Konsep Awal
Saat ini peralatan video player (VCD) sudah sangat umum, terutama karena harga player dan disc-filmnya terjangkau. Memang secara kualitas masih kurang begitu bagus dibandingkan dengan laser disc atau DVD. Tapi kenyataannya, VCD inilah yang paling merakyat di Indonesia juga kawasan Asean dan China.
Disamping itu, penyimpanan dari VCD yang relatif lebih mudah dan tahan lama (tidak berjamur) seperti VHS membuat popularitasnya semakin tinggi. Tidaklah heran sekarang banyak yang ingin membuat film dokumentasi, perkawinan, ulang tahun dan shooting lainnya dalam bentuk VCD.
Peralatan komputer sudah sangat baik dan suatu saat nanti tidak mustahil teknologi digital (komputer) dan analog (TV) akan menjadi satu. Saat ini sudah banyak peralatan komputer yang memiliki kemampuan untuk menangai proses kerja video editing / transfer ini, batasannya cuma kreatifitas Anda sendiri.
Dalam rubric tip & trik ini, kami mencoba untuk menguraikan bagaimana cara kerja dan apa saja yang anda butuhkan untuk proyek ini. Tidak tertutup kemungkinan, bila anda tahu memanfaatkan keadaan ini dan mendapatkan order bisa menjadi satu bisnis sampingan yang lumayan penghasilannya.
Jika Anda masih ingin mendapatkan informasi tambahan, jangan segan-segan untuk menghubungi saya di Tel: 081802660773 atau email di hidayat.mnur@yahoo.com
2. Memilih Alat Video Editing
Setiap Hardware Video Editing memiliki kemampuan dan keterbatasan yang berbeda-beda. Memilih alat yang cocok dengan kebutuhan akan menghindari Anda dari investasi yang tidak berguna. Kami mencoba untuk memberikan sedikit pengarahan terhadap pemilihan Hardware yang cocok :
Produk Keterangan Cocok Untuk Studio
MP10, Dazzle/ Snazzi
External, res. AVI 352×288, berupa MPEG hardware encoder dan bisa meng-capture dalam file MPEG1yang berguna untuk pembuatan VCD. Harga terjangkau hanya sekitar $300 – $400.-
Kekurangan terutama tidak begitu baik kualitas hasil output, dan suara yang kurang sinkron.
Dokumentasi film, internal presentasi, training, ulang tahun, pernikahan dalam bentuk VCD. Ataupun bagi pemula yang ingin mengetahui lebih jauh tentang teknik video editing.
Broadway Pro
Internal, PCI, res. AVI 352×288, berupa MPEG hardware encoder dan bisa meng- capture dalam file MPEG1yang berguna untuk pembuatan VCD. Harga sekitar $850. Produk ini memadai untuk transfer VCD.
Bagi yang ingin memulai bisnis transfering VCD ini adalah alat yang memadai.
MPEGATOR Pro
Internal, PCI, res. AVI 352×288, berupa MPEG hardware encoder dan bisa meng- capture dalam file MPEG1yang berguna untuk pembuatan VCD. Harga sekitar $1500. Produk cukup cepat proses kerja (1:3) dan memiliki tingkat kualitas yang baik. Dilengkapi dengan M-Filter untuk mengkoreksi noise dan memperbaiki kualitas video yang kurang bagus
Bagi Anda yang menginginkan kecepatan dan kualitas dalam pembuatan VCD Ini adalah alat yang tepat
Miro DC30Plus / Pro
Internal, PCI, Meng-capture file dalam bentuk AVI yang beresolusi 720×576. File ini bisa diedit dan memiliki kualitas yang tinggi. Output ke Composite VHS. Editing bisa menampilkan effect yang bagus.
Analog Video Editing. Untuk outpt kembali ke Video. Jika ingin ke VCD perlu ada alat encoder lainnya, bisa juga encode dgn software tapi notabene lama waktunya (1:15).
Miro DC50
Internal, PCI, Meng-capture file dalam bentuk AVI yang beresolusi 720×576. File ini bisa diedit dan memiliki kualitas yang tinggi. Output bisa ke betacam. Editing bisa menampilkan effect yang bagus.
Produk yang cocok bagi anda yang ingin memproduksi output dalam bentuk betacam seperti yang digunakan dalam production house dan iklan TV
Miro DV500 ,
Matrox RT 2000
Internal, PCI, Mengcapture file dalam bentuk AVI yang beresolusi 720×576. File ini bisa diedit dan memiliki kualitas yang tinggi. Bisa meng-capture dari alat digital yang memiliki IEEE 1394 port. Juga dilengkapi dengan built-in real time rendering untuk effect-effect tertentu
Alat yang cocok bagi anda yang memiliki HandyCam digital, sehingga proses capturing yang cepat dan berkualitas. Realtime function juga mengurangi waktu tunggu untuk menciptakan effect khusus.
3. Memilih Peralatan Pembantu
Untuk memulai suatu proses video editing/transfering, maka alat berikut harus anda miliki :
Sebuah player, baik itu VCD/VHS/LD/DVD ataupun handycam. Alat ini tentunya tergantung kebutuhan anda. Bila anda lebih banyak menerima pekerjaan dari sebuah VHS, tentunya anda harus memiliki sebuah VHS player, atau jika anda menerima pekerjaan dari VCD berarti harus ada sebuah VCD player.
Sebuah komputer dengan spesifikasi minimal :
Pentium III 1 GHz, 256MB Memory, 40GB Hard Disk (lebih baik SCSI), Motherboard dengan kompabilitas baik, sebaiknya cari yang Intel chipset, VGA card 32MB, Sebuah CDRW untuk menulis ke CD, Sebuah Video Editing Card
Catatan:
Video Editing Card yang harus diinvestasi tergantung dengan sejauh mana kualitas yang anda inginkan. harga sebuah alat ini bisa berkisar dari US$300 hingga US$15000
Komputer yang cepat dan memiliki kemampuan yang semakin memadai akan memudahkan pekerjaan dan juga akan mempersingkat waktu
Spesifikasi peralatan diatas hanyalah rekomendasi kami berdasarkan pengalaman kebutuhan minimal selama ini. Praktek dilapangan bisa saja berbeda dengan speks di atas.
4. Proses Pengerjaan Video Editing
Sebelumnya,
Sekarang ini Anda bisa menggunakan komputer yang sehari-hari Anda lihat untuk melakukan video editing da
n kemudian menghasilkan output baik dalam bentuk VHS, Betacam ataupun VCD.
Secara Sederhana proses kerja ini dapat diuraikan sebagai berikut :
- Katakanlah Anda mempunyai sebuah film yang akan diedit/ transfer. Untuk itu, anda tentunya harus memiliki sebuah handycam/VHS/VCD/LD/DVD player yang berguna untuk memutar film tersebut. Dari output alat tersebut yang biasanya anda dihubungkan ke TV sekarang dihubungkan ke komputer yang sudah terpasang dengan sebuah Video Editing Card (bisa berbentuk external atau internal).
- Sementara film diputar, komputer akan merekam. Proses merekam ini bisa dilakukan karena adanya software yang sudah dibundle dalam alat video editing tersebut.
- Hasil rekaman dari film akan disimpan oleh komputer dalam sebuah bentuk file yang bisa berupa .AVI atau .MPEG file tergantung dari alat dan software yang digunakan.

- Jika Anda ingin melakukan editing, sebaiknya disimpan dalam file AVI (namun filenya akan sangat besar karena bayangkan, setiap detik ada 25 frame-PAL)
- File yang sudah tersimpan tadi bisa dilakukan editing, misalnya membuang bagian yang tidak diperlukan, menambah text, membuat special effect saat transisi, memperbaiki gambar, menambah sound, dlsbnya.
- Program yang biasanya digunakan dalam proses editing ini adalah Adobe Premier yang umumnya juga dibundle dalam alat video editing (ada yang bundle dengan versi lite dan full version).
- Setelah selesai melakukan editing, Anda bisa merekam kembali ke dalam VHS atau merubah file menjadi MPEG untuk direkam dalam VCD nantinya.

- Jika Anda ingin merekam dalam VCD, file yang bisa dibaca adalah MPEG1. Karenanya Anda perlu merubah file AVI tersebut kedalam bentuk MPEG (Encoding). Proses ini bisa dilakukan dengan bantuan software atau dengan hardware.
- Setelah mendapatkan file dalam bentuk MPEG yang umumnya juga lebih kecil, maka proses selanjutnya adalah menulis file tersebut dalam sebuah CD. Proses penulisan ini bisa dilakukan dengan sebuah alat CD-RW yang juga banyak terdapat dipasaran.

- Setelah tertulis dalam CD, maka CD tersebut siap diputar dengan VCD player atau dengan CDROM untuk ditonton hasilnya.
Demikian proses editing/transfering sebuah film dalam bentuk VCD secara sederhana.

artikelnya OKs banget Bung… Sangat mbantu sy yg masih sangat awam…
saya adalah diantara org yg msh bingung mo beli editing card yg bgmana…
soalnya selama ini sy msh pake fire wire card.. dan tau sendiri hasilnya.. gambar nise, pecah, kurang tajam jadi satu..
kerja sampingan saya adl jasa Video Shootig ( manten, show dangdut, campursari & wayang kulit) saya pake CAmera MD10000, MD9000 dan handycam SONY,
sema ini saya capture pake fire wire, adobe premiere –> render avi–> encode dengan TMPGenc–> burning VCD dg NERO..
Jujur karena saat ini order lg FULL, sy agak kwalahan ngedit. tiap mlm ga pernah tidur … trus sy disarankan sm temen u/ pake editing card..
tanya –>
1. editing card apa yg bisa dipake ngedit cepat dan encode langsung Burn dg kualitas OK, dan agak murah, untuk ukuran pekerjaan sy ??
2. Apakah memakai fire wire card bisa dimaksimalkan kerjanya shg hasil bisa spt pake editing card.?
trimakasih…
owkey mas andi..kebetulan saya buat tulisan ini sekedar flashback ketahun2 lalu sewaktu dijogja..pernah juga geluti bidang yg sekarang anda lagi tekuni (saya pernah gabung di perusahaan jasa Andi’s Video Shooting di jogjakarta ya..berkutat dengan manten, midodareni,.juga wayang kulit waktu itu dalangnya ki mantep hahahah dst) pada dasarnya kamera yg anda gunakan sudah mempunyai kualitas yg mumpuni pada saat ini dan dapat membantu tampilan gambar yg lebih bagus dibandingkan waktu saya dan kawan-kawan dulu..masih menggunakan kamera VHS ^_^ duh lupa type apa itu..yg jelas merk kameranya panasonic. mungkin saya coba sedikit sharing pengalaman yg pernah saya tau..disini
1. pernah kita menggunakan editing card merk SNAZZI (ada 1 dan 2), sebenarnya dari hasil ngobrol-ngobrol yang berkembang adalah model trnasformasi gambarnya kalau dulu mungkin efek holliwod sudah TOP, sekarang mungkin sudah berkembang lagi. tentunya harga editing card ini terjangkau oleh anda yang lagi kebanjiran order hehehe…sukses ok
2. kalau media editing, biasanya orang cuma gunakan apa yang sudah di pahami dan dikembangkan dengan ditambahi model transformasi gambarnya, fire ware card = editing card, buktinya temen-temenku reporter tv juga cuma pakai fire ware card untuk editing
3. memang untuk seukuran atau ingin mendapatkan tampilan dan hasil gambar yg bagus..mas andi bisa menggunakan MATROX RT 2000 mungkin sekarang sudah berkembang lagi.
sebenernya tulisan Video Editing saya itu, masih kurang dari sempurna..tp terima kasih sekali dng pertanyaannya..semoga dikemudian hari saya masih dapat memberikan atau sharing ilmu kepada saudara..selamat mencoba
Salam kenal….
Artikelnya bagus bos…..sekedar bagi pendapat aja; betul pendapat Anda soal Hardware dsb. Bagi saya yangterpenting adalah soal ide dan kreatifnya. Mau pake hardware and software sehebat apapun, kalau daya imajinasinya kurang mendukung itu susah juga. Namanya juga editor, jadi selalu update segala sesuatu tentang multimedia. …selama ini saya masih pake Canopus DV Storm 2 ( suka dengan soft focusnya) pengen ganti tapi belum tahu…ada rekomendasi???
Salam kenal juga bos ^__^
jadi GeEr niy..sekedar nulis unek2 aja..sambil pengen flashback pengalaman dulu di jogja..woke ini gunanya kita bisa saling share..waktu itu peralatan yang kita gunakan serba analog sebenernya..pernah ada wacana dan akhirnya sedikit direalisasikan pimpinan kita di Andi’s video shooting ‘menggunakan alat editing yg disebutkan di artikel saya’ maka dari itu kita dpt lebih mengapresiasikan kemampuan kita di bidang editing dsb. jadi apa yg dikatakan mas guruh itupun benar adanya ^__^ pokoknya maju teruslah…kembali ke soal flashback (rekomendasi saya itu y..sejauh pengalaman yang di dapat di jogja mas…)tapi saya pribadi mengucapkan terima kasih atas segala bentuk apresiasi…maju terus ok