Dalam bahasa apa seisi langit dan bumi sedang bertasbih kepada Allah? Dengan cara apa mereka sedang bertasbih? Tahukah kita? Tidakkan? Yang tahu hanyalah Dia. Lalu apa gunanya menonjolkan supremasi bahasa kita dan cara kita? Maha Tahu Allah, Maha Mengetahui Allah! Pengetahuan kita masih amat sangat terbatas. Sisi Kebenaran yang terlihat oleh kita pun hanya satu. Lalu berdasarkan modal secuil itu, jika kita menganggap diri sudah hebat dan menganggap remeh orang lain; kita sungguh bodoh, arogan, angkuh, sombong!
Seringkali, kita juga tidak sadar dan terprovokasi oleh sekelompok kecil orang yang ‘hanya’ melihat perbedaan. Demikian, sesungguhnya kita menurunkan ‘derajat’ Kalam Ilahi. Kalam yang bisa mempersatukan, kita jadikan pedang untuk memisahkan

