Bahasa apa

7 07 2009

Dalam bahasa apa seisi langit dan bumi sedang bertasbih kepada Allah? Dengan cara apa mereka sedang bertasbih? Tahukah kita? Tidakkan? Yang tahu hanyalah Dia. Lalu apa gunanya menonjolkan supremasi bahasa kita dan cara kita? Maha Tahu Allah, Maha Mengetahui Allah! Pengetahuan kita masih amat sangat terbatas. Sisi Kebenaran yang terlihat oleh kita pun hanya satu. Lalu berdasarkan modal secuil itu, jika kita menganggap diri sudah hebat dan menganggap remeh orang lain; kita sungguh bodoh, arogan, angkuh, sombong!

Seringkali, kita juga tidak sadar dan terprovokasi oleh sekelompok kecil orang yang ‘hanya’ melihat perbedaan. Demikian, sesungguhnya kita menurunkan ‘derajat’ Kalam Ilahi. Kalam yang bisa mempersatukan, kita jadikan pedang untuk memisahkan





Saya Tak Akan Lari, Saya Bukan Salman Rushdie

11 11 2008

Anand Krishna Sosok dan Kiprahnya

JawaPos, Minggu Pahing 17 Desember 2000

Pemikirannya sering dinilai kontroversial. Padahal, Anand Krishna mengaku hanya mengajak orang bersatu tanpa membeda-bedakan apa agamanya. Di mana sebenarnya titik kontroversial Anand? Kenapa dia begitu menggandrungi Jalaluddin Rumi? Berikut ini hasil wawancara wartawan Jawa Pos Agus Muttaqin dan Jalaluddin Hambali dengan Anand di pedepokannya di kawasan Sunter, Jakarta.

Mengapa Anda tertarik terhadap fenomena spiritualitas?

Read the rest of this entry »





INTI AGAMA DAN KEAGAMAAN

11 11 2008

ak_anakallah_10241

oleh : Anand Krishna, Harian Republika , Kolom opini, tanggal 3 Agustus 2000

Ketika ada yang menulis Tasawuf Spiritualisme dalam Islam saya ketawa geli. Setidaknya ada dua alasan yang memancing tawa saya. Pertama, bagi saya tasawuf dan spiritualitas itu sinomim. Beda bahasa, itusaja. Kedua, spiritualitas tidak bisa dijadikan ‘isme’. Selama masih ada dui (bahasa Sindhi) atau dualitas menurut Shah Abdul Latief dari Sindh (sekarang Pakistan) seseorang masih jauh dari Tauhid, dari Kesatuan. Dan kalau masih jauh dari Tauhid, dari Kesatuan, lalu ucapamiya ‘La ilaha ila Allah hanya sekadar ucapan. Dia masih belum bisa melihat Kebenaran di balik kalimat itu. Kebenaran Yang Satu Ada-Nya! Tidak ada sesuatu di luar Allah. Orang yang masih menganggap Tuhan orang Kristen beda dari Tuhan orang Islam – Tuhan orang Hindu beda dari Tuhan orang Buddhis, Tuhan Shabi-in beda dari Tuhan Yahudi-harus membaca ulang Alqur’an. Jika masih melihat perbedaan semacam itu, maka kita belum ‘khatam’ Alqur’an. Belum, pelajaran kita masih belum selesai.

Read the rest of this entry »